Jumat, 30 Maret 2012

Guru, Kedisiplinan dan Kualitas Anak

Guru adalah tenaga professional pendidik yang mempunyai tugas, mendidik, melatih, membimbing dan membina siswa melalui proses pembelajaran yang direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi dan ditindaklanjuti secara berkelajutan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara demokratis serta bertanggung jawab.

Guru dan kedisiplinan menjadi dua sisi mata koin yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa kedisiplinan dalam melaksanakan tugas profersinya, maka tujuan mulia dari proses pembelajaran tidak akan pernah tercapai.
A.Tabrani Rusyan, dkk. menyatakan bahwa disiplim adalah:” suatu perbuatan yang mentaati, mematuhi tertib akan aturan, norma dan kaidah-kaidah yang berlaku baik dimasyarakat maupun ditempat kerja”.

Sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an yang berbunyi:
ياأيّها الذين أمَنُوا أطيْعُوا الله و أطيعوا الرّسول وأولي الأمر منكم
Artinya: “ Hai oarang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul-RasulNya, dan Ulil Amri di antara kamu…”(QS. An-Nissa:59).

Apa yang diterangkan dalam ayat tersebut diperjelas lagi dalam hadist yang Artinya: “ Dari ibnu Umar Ra dari Nabi SAW, berkata: Seorang muslim wajib mendengarkan dan taat pada perintah yang disukainya maupun tidak, kecuali bila ia diperintah mengerjakan kemasiatan maka ia wajib tidak mendengar dan tidak taat”.(HR. Mutafaqa’laihi).

Menurut Thomas Gordon (http://www.bruderfic.or.id/h-23/definisi-disiplin-sekolah.html) “kedisiplinan Guru adalah Melatih, memberi pengarahan untuk tujuan tertentu, melatih dengan intensif, memberi intruksi, mengajar ekstra, memberi pelajaran, melatih memperbaiki kualitas”.

Menurut Harris Clemes ( http://www.bruderfic.or.id/h-23/definisi-disiplin-sekolah.html ) “Hubungan antara anggota-anggota personal sekolah menawarkan suatu dasar pengambilan keputusan dan menjadikannya model di dalam cara mengadakan perubahan yang seharusnya terjadi di dalam sekolah.”

Disiplin sangat penting artinya bagi seorang guru dalam melaksanakan tugas profesinya, karena itu, sikap disiplin harus ditanamkan secara terus-menerus agar menjadi pembiasaan. Karena berdasarkan fakta yang sering penulis amati Orang-orang yang berhasil dalam bidang pekerjaan apa pun, umumnya mempunyai kedisiplinan yang tinggi, sebaliknya orang yang gagal umumnya tidak memiliki kedisiplinan.
Makna disiplin secara istilah berasal dari istilah bahasa inggris yaitu: “dicipline berarti:
  1. Tertib, taat atau mengendalikan tingkah laku, penguasaan diri, kendali diri
  2. Latihan membentuk, meluruskan atau menyempurnakan sesuatu, sebagai kemampuan mental atau karakter moral:
  3. Hukuman yang diberikan untuk melatih memperbaiki:
  4. Kumpulan atau sistem peraturan-peraturan bagi tingkah laku.
Dengan demikian maka disiplin dapat diartikan sebagai suatu kepatuhan dan ketaatan yang muncul karena adanya kesadaran dan dorongan yang terjadi dalam diri orang itu.

Menurut IG Wursanto dalam buku Dasar-Dasar Manajemen Personalia merumuskan “Disiplin merupakan suatu bentuk ketaatan dan pengendalian diri yang rasional, sadar penuh, tidak memaksakan perasaan sehingga tidak emosional”.

Guru sebagai tenaga professional yang bertugas menanamkan sikap mental terhadap peserta didiknya, sangat dituntut tingkat kedisiplinan yang tinggi. Secara umum masyarakat memiliki kepercayaan penuh kepada guru, bahwa ditangan guru lah anak-anaknya dapat menyerap segala ilmu pengetahun, keterampilan dan sikap. 

Dengan kepatuhan guru terhadap segala aturan yang diberlakukan di sekolah, di lembaga kependidikan, peraturan sebagai pegawai negeri, dan peraturan-peraturan lainnya, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan dapat pula meningkatkan hasil maksimal dalam perolehan prestasi siswa dengan ditandai dengan perubahan ranah kognitif, apektif, dan psikomotor siswa ke arah yang lebih baik.

Adapun bentuk implementasi dari kedisiplinan di sekolah dalam melaksanakan kinerja profesinya, guru dapat diukur dengan indikator ketaatan dalam tata tertib di sekolah sebagai berikut:
  1. Hadir di sekolah 15 ( lima ) menit sebelum pelaksanaan pemlajaran di mulai.
  2. Menandatangani daftar hadir setiap hari secara rutin.
  3. Mengatur siswa yang akan masuk kelas dengan berbaris secara teratur.
  4. Hadir dan meninggalkan sekolah tepat waktu.
  5. Melaksanakan semua tugas secara tertib, teratur, dan rutin
  6. Membuat program semester.
  7. Membuat persiapan mengajar / jurnal mengajar setiap hari.
  8. Memeriksa setiap pekerjaan atau latihan sisiwa.
  9. Menyelaisaikan adminitrasi kelas secara baik dan teratur.
  10. Tidak meninggalkan sekolah tanpa izin.
  11. Tidak merokok selama berada di lingkungan sekolah.
  12. Mengisi buku agenda Guru.
  13. Mengawasi siswa selama jam istirahat.
  14. Mencatat kehadiran siswa setiap hari.
  15. Melaksanakan 7 K.
Kriteria miniminal kedisiplinan guru berdasarkan tata tertib di atas, jika dilaksanakan dengan konsisten dan penuh tanggungjawab, maka sangat dapat dipastikan kualitas anak di sekolah tersebut akan semakin baik. Guru akan menjadi tauladan yang diidolakan anak-anak muridnya. Dan akan terciptanya siswa berkarakter sebagaimana yang diharapkan dalam Tujuan Pendidikan Nasional Indonesia.